Melihat orang-orang yang berdoa seperti ini, saya jadi tertarik melihat kearah mata mereka. Kekhusyukan dalam berdialog dengan Tuhan dalam doa sepertinya dapat dicapai dengan memejamkan mata. Hanya seorang diantara mereka yang tidak memejamkan mata, dan ia tidak tampak sedang berada dalam kekhusyukan doa. Mata memang terlalu sering membuat kita terlena dengan melihat hal-hal badani dan melupakan substansi. Sedangkan kepuasan rohani/batin bukanlah perkara materi/barang (bentukan luar) walau memang terkadang materi menjadi perantara kepadanya. Bukankah kita sering terlena dengan kenikmatan materi yang seharusnya hanya menjadi pengantar menuju kenikmatan rohani.?
Foto saya ambil dengan menggunakan
Sony Alpha 300
iso 200, 1/200, f/4,5



![[fragile] bubble of reflexion. [fragile] bubble of reflexion.](http://farm6.staticflickr.com/5253/5494485267_4e86aeb147_m.jpg)

